1. Fasilitasi Kredit Lunak dan Legalitas UMKM
DPRD Jabar mengaspirasikan program kredit mikro tanpa agunan dengan bunga di bawah 5% untuk pelaku UMKM di sektor makanan, konveksi, aspirasidprdjabar.com dan kerajinan. Dewan mendorong Pemprov Jabar menggandeng perbankan BJB dan PNM Mekaar untuk menyalurkan dana ke sentra industri kecil seperti Cibaduyut (sepatu), Cirebon (batik), dan Tasikmalaya (payung). Selain itu, DPRD meminta percepatan sertifikasi halal dan izin PIRT gratis. Dengan modal dan legalitas mudah, UMKM bisa naik kelas dan menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal. Pertumbuhan ekonomi daerah pun terakselerasi dari lapisan paling bawah.
2. Pengembangan Wisata Berbasis Desa dan Homestay
Aspirasi ekonomi berikutnya adalah memberdayakan 50 desa wisata baru di Jabar selatan melalui program homestay dan paket wisata alam. DPRD mengusulkan anggaran promosi digital untuk destinasi seperti Green Canyon (Pangandaran), Kawah Putih (Ciwidey), dan Curug Cimarinjung (Ciamis). Dewan juga mendorong pelatihan pengelolaan homestay bagi warga sekitar agar pendapatan tidak hanya dinikmati investor besar. Dengan pariwisata yang dikelola warga, uang berputar langsung di desa, sehingga mengurangi urbanisasi ke kota. Ekonomi daerah tumbuh merata dan kesenjangan antarkawasan berkurang.
3. Pembangunan Pasar Digital dan Logistik Tani
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, DPRD Jabar mengaspirasikan sistem logistik terpadu bagi hasil pertanian dari daerah sentra seperti Subang dan Karawang. Dewan mendesak Pemprov membangun pasar digital yang mempertemukan petani langsung dengan pembeli industri, sehingga rantai distributor panjang bisa dipangkas. DPRD juga mengusulkan bantuan cold storage untuk komoditas sayur dan buah agar harganya stabil. Dengan logistik yang baik, petani tidak lagi merugi saat panen raya, dan inflasi daerah bisa dikendalikan. Ekonomi pertanian pun menjadi tulang punggung Jabar.
4. Insentif Pajak bagi Startup dan Industri Kreatif
DPRD Jabar melihat potensi ekonomi digital di Bandung raya sebagai peluang besar. Oleh karena itu, aspirasi dewan adalah memberikan pembebasan pajak daerah selama dua tahun bagi startup teknologi dan studio kreatif. Dewan juga mengusulkan pembangunan co-working space gratis di setiap kabupaten untuk anak muda berkarya. Dukungan ini sejalan dengan program Pemprov Jabar menuju 1.000 startup lokal. Dengan iklim investasi yang ramah, pertumbuhan ekonomi daerah tidak lagi mengandalkan industri konvensional, tetapi juga ekonomi pengetahuan yang berkelanjutan.
5. Revitalisasi Pasar Tradisional dan Perlindungan Pedagang Kecil
Aspirasi kelima DPRD Jabar untuk pertumbuhan ekonomi daerah adalah merevitalisasi 30 pasar tradisional yang kondisinya kumuh dan terbakar, seperti Pasar Induk Cianjur dan Pasar Kosambi Bandung. Dewan meminta agar revitalisasi tidak mengusir pedagang kecil, melainkan menyediakan kios layak dengan sewa terjangkau. DPRD juga mengusulkan program pasar murah setiap pekan untuk menekan harga kebutuhan pokok. Dengan pasar yang bersih dan teratur, omzet pedagang meningkat, dan ekonomi rakyat kecil tetap tumbuh di tengah gempuran ritel modern. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi daerah inklusif dan berkeadilan.